Menjadi bagian dari transformasi digital pendidikan di Indonesia adalah sebuah kehormatan, apalagi ketika dipercaya menjadi tutor dalam program PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) 2024 Level 2: Implementasi. Sebagai seorang Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP), pengalaman selama bulan Agustus 2024 ini bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan sebuah perjalanan inspiratif bersama para guru hebat dari seluruh penjuru negeri.
Berikut adalah catatan pengalaman saya selama mendampingi para pejuang literasi digital di Level Implementasi:
Menavigasi Implementasi Kurikulum Merdeka Melalui TIK
Perjalanan di Level 2 ini terasa sangat krusial karena fokusnya adalah Implementasi. Sejalan dengan Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024, kami berupaya memastikan bahwa teknologi bukan hanya menjadi “aksesori” kelas, melainkan alat bantu utama untuk mewujudkan pembelajaran yang terdiferensiasi dan berpusat pada murid. Sebagai tutor PTP, peran saya adalah menjembatani antara teori pedagogi modern dengan aplikasi praktis di lapangan. Kami tidak hanya bicara soal perangkat, tapi bagaimana muatan esensial literasi digital dapat terintegrasi secara halus dalam proses belajar mengajar.
Momen Seru: Dari Webinar Hingga Kelas Sinkronus
Kegiatan dimulai dengan Webinar Level 2 yang dilaksanakan secara masal pada 21 Agustus 2024. Antusiasme ribuan guru di kolom komentar YouTube memberikan energi luar biasa. Setelah itu, kami masuk ke sesi yang lebih privat dan mendalam melalui Sinkronus Kelas.
Di sinilah peran PTP benar-benar diuji. Saya mendampingi para guru di kelas implementasi untuk:
- Menyusun Rancangan Pembelajaran Terintegrasi TIK: Memastikan setiap langkah pembelajaran memiliki tujuan digital yang jelas.
- Eksplorasi Sumber Belajar Digital: Mengajak guru memanfaatkan fitur-fitur dari platform teknologi Kemendikbudristek.
- Penerapan Model Pembantuan TIK: Membedah karakteristik dan potensi TIK dalam menciptakan lingkungan belajar yang interaktif.
Bimbingan Asinkronus: Kolaborasi Tanpa Batas
Interaksi yang paling berkesan justru terjadi di luar jam tatap muka. Melalui Google Chat, bimbingan asinkronus berjalan sangat dinamis. Diskusi mengenai kendala teknis hingga curhat guru tentang cara menghadapi murid yang bosan menjadi menu sehari-hari. Sebagai PTP, saya berusaha memberikan penguatan pada aspek PTCK (Pedagogical Technological Content Knowledge) agar guru-guru tidak merasa terbebani oleh teknologi, melainkan merasa terbantu.
Puncak Kegiatan: Penilaian Tugas Akhir
Pada awal September, tiba saatnya melihat hasil jerih payah para peserta. Saya memeriksa puluhan tugas akhir di mana para guru menunjukkan bukti implementasi mereka di kelas. Melihat seorang guru berhasil memanfaatkan TIK untuk mengelola data penilaian atau berkolaborasi dengan rekan sejawat dalam meningkatkan hasil belajar adalah kepuasan yang luar biasa bagi seorang tutor. Meski ada beberapa kendala teknis dan keterbatasan akses di beberapa titik, semangat mereka untuk tetap mengumpulkan tugas tepat waktu sangat patut diapresiasi.
Penutup: Sebuah Harapan
Kegiatan PembaTIK Level 2 tahun 2024 ini membuktikan bahwa guru-guru kita sangat siap untuk berubah. Melalui bimbingan teknis ini, diharapkan tidak hanya berhenti pada sertifikat, tetapi menjadi praktik baik yang terus dilakukan di satuan pendidikan masing-masing. Sebagai PTP, saya berharap dapat terus menjadi mitra bagi para guru untuk menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi siswa.
Salam PTPers!
