Bagaimana sebuah program pelatihan guru dirancang agar benar-benar berdampak? Tahun 2024 ini, Saya ditugaskan untuk mengikuti Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pengelolaan Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan (PKB) bagi Guru yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan PKB bagi Guru dilaksanakan pada hari Rabu – Sabtu tanggal 5 s.d. 8 Juni 2024 bertempat di Hotel Aston Kartika Grogol Kartika Tower, Jl. Kyai Tapa, Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat 11440.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah perjalanan desain pembelajaran yang sangat sistematis. Menggunakan Standar Global: Model Dick, Carey & Carey. Salah satu poin menarik dari BIMTEK ini adalah penggunaan Model Dick, Carey & Carey (DCC) dalam penyusunan programnya. Model ini memastikan setiap langkah pelatihan, mulai dari analisis kebutuhan hingga evaluasi, dilakukan secara terukur.
Selain itu, penyelenggaraannya menerapkan Pola 70:20:10:
- 70% Pengalaman: Belajar melalui praktik langsung, aksi nyata, dan pemecahan masalah.
- 20% Sosial: Belajar dari orang lain melalui coaching, mentoring, dan berbagi praktik baik.
- 10% Formal: Belajar melalui kursus, seminar, atau modul e-learning.
Langkah Demi Langkah Merancang Pelatihan yang Bermakna
Dalam dokumen ini, terlihat jelas bahwa kualitas pelatihan dimulai dari persiapan yang matang. Para peserta BIMTEK diajak untuk:
- Melakukan TNA (Training Needs Analysis): Memetakan kebutuhan berdasarkan Rapor Pendidikan dan Pengelolaan Kinerja.
- Merumuskan Tujuan & Indikator: Menggunakan elemen kunci seperti Siapa (S), Kompetensi (K), Konteks (Ks), dan Alat (A) agar tujuan pembelajaran menjadi tajam.
- Menganalisis Pembelajar: Memahami karakteristik peserta mulai dari usia hingga motivasi mereka.
- Mendesain Strategi & Asesmen: Menentukan alur (seperti alur MERDEKA), moda, serta instrumen penilaian yang tepat.
Mengintip Linimasa Kegiatan
Kegiatan PKB 2024 ini memiliki jadwal yang padat dan terstruktur:
- Juni – Juli: Fokus pada unggah pemetaan TNA, analisis pembelajaran, hingga desain strategi pembelajaran melalui pendampingan daring.
- Agustus: Masa validasi modul oleh GTK dan Unit Pelaksana Teknis (UPT).
- September – Oktober: Puncak kegiatan yaitu pelaksanaan pelatihan PKB oleh UPT serta pendampingan langsung kepada para peserta.
Penutup: Bergerak Bersama untuk Masa Depan
Melalui pengelolaan PKB yang terstruktur ini, harapannya bukan hanya sekadar memenuhi jam pelatihan, tetapi benar-benar meningkatkan kompetensi guru yang berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di kelas.
Sebagai tindak lanjut, setiap peserta diharapkan segera mengunggah laporan hasil analisis TNA dan rumusan tujuan pembelajaran mereka untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Mari kita dukung transformasi ini demi kemajuan pendidikan Indonesia!
Semoga tulisan ini memberikan gambaran yang jelas mengenai semangat perubahan di BIMTEK PKB 2024.
Tautan Dokumen
dokumen reviu TNA
dokumen revisi TNA
dokumen reviu Tujuan Pembelajaran
dokumen revisi Tujuan Pembelajaran
dokumen reviu Analisis Tujuan Pembelajaran
dokumen revisi Analisis Tujuan Pembelajaran
dokumen reviu Analisis Pembelajar dan Konteksnya
dokumen revisi Analisis Pembelajar dan Konteksnya
dokumen reviu Indikator Tujuan Pembelajaran
dokumen revisi Indikator Tujuan Pembelajaran
dokumen reviu Desain Asesmen
dokumen revisi Desain Asesmen
dokumen revisi Strategi Pembelajaran
