Baru saja saya kembali dari sebuah forum luar biasa yang diselenggarakan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (PUSDATIN) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (KEMENDIKDASMEN), yaitu PTP Connect 2025. Acara yang berlangsung pada 17-18 Desember 2025 di Fairmont Jakarta ini benar-benar membuka mata tentang betapa luasnya peran Jabatan Fungsional PTP saat ini.
Dengan tema “Wadah Berbagi Praktik Baik dan Inovasi Pembelajaran Digital serta Inovasi PTP Lintas Instansi dalam Mentransformasikan Pembelajaran Berbasis Teknologi”, forum ini menjadi ajang berkumpulnya sekitar 250 peserta dari 44 instansi kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.
Bukan Sekadar Pertemuan, Tapi Ekosistem Belajar
Salah satu poin menarik yang disampaikan oleh Kepala Pusdatin, Bapak Yudhistira Nugraha, adalah pergeseran paradigma dari schooling (pembelajaran terpusat di kelas) menjadi learning yang lebih fleksibel dan berkelanjutan. Beliau menekankan bahwa tempat kerja ASN harus menjadi learning workplace—tempat bekerja sekaligus tempat belajar.
Inovasi Keren dari Berbagai Penjuru
Di acara ini, saya melihat langsung 47 karya inovasi teknologi pembelajaran melalui pameran poster. Beberapa praktik baik yang sangat menginspirasi antara lain:
- DKI Jakarta (JakLat): Transformasi pembelajaran yang humanis dengan prinsip “no one left behind, no school left behind” melalui platform Jakarta Pelatihan.
- Sulawesi Selatan (Smart School): Model pembelajaran hybrid yang menyentuh hingga wilayah kepulauan dan daerah 3T dengan prinsip “Satu standar, satu guru, satu Sulawesi Selatan”.
- Kementerian Perhubungan: Penggunaan simulator untuk pilot, pelaut, dan masinis agar praktik lebih aman dan terstandar, serta pembangunan Corporate University.
- Kementerian Investasi/BKPM: Inovasi MOOC yang mampu menjangkau 1.200 peserta secara bersamaan, meningkatkan efisiensi pembelajaran aparatur secara drastis.
Apa yang Bisa Kita Bawa Pulang?
Melalui kegiatan ini, peran PTP semakin ditegaskan sebagai motor penggerak transformasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas SDM ASN. Beberapa poin penting untuk masa depan kita:
- Portofolio Pembelajaran: Pentingnya setiap ASN memiliki learning journey dan rencana pengembangan kompetensi yang terukur.
- Kolaborasi Lintas Sektor: Terbukanya peluang untuk saling mereplikasi model inovasi seperti LMS, MOOC, dan ekosistem pembelajaran digital antarinstansi.
- Inklusivitas: Teknologi harus dirancang untuk mengurangi kesenjangan, bukan malah memperlebar jarak antarwilayah.
Penutup
PTP Connect 2025 memberikan pesan kuat bahwa peningkatan kapasitas SDM adalah fondasi utama layanan publik yang berdampak[cite: 220]. Mari kita terus berkolaborasi dan berbagi praktik baik demi ekosistem teknologi pembelajaran yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia!
Sampai jumpa di PTP Connect tahun depan!
Surat Tugas: https://gtk.short.gy/oYn7qH
